Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Melirik Sampah Plastik, Jadi Hobi yang Asyik!

Gambar
  Sumber Diedit pribadi menggunakan aplikasi Canva Bahaya Sampah Plastik di Lingkungan Menurut data yang disajikan di Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume sampah yang menimbun di Indonesia mencapai 19,45 juta ton pada 2022. Berdasarkan jenisnya, sebagian besar timbunan sampah pada 2022 berupa sampah sisa makanan sebanyak 41,55%. Kemudian, di urutan kedua, terdapat sampah plastik yang berada di urutan kedua dengan proporsi 18,55%. Melalui data tersebut, kita dapat mengetahui bahwa keberadaan sampah plastik dapat ditemukan di lingkungan. Bahkan, keberadaannya tidak bisa dihindari. Sampah plastik dapat berpotensi mengancam keberlangsungan hidup di lingkungan. Sayangnya, tidak semua pihak menyadari akan adanya bahaya tersebut. Kita tahu bahwa sampah plastik tidak mudah terurai begitu saja. Bahkan, beberapa jenis sampah plastik memerlukan waktu ratusan tahun agar bisa terurai. Ironisnya, limbah itu bisa mencem...

The Greatest Love of All

Gambar
Sumber gambar Diedit menggunakan aplikasi Canva secara pribadi Daynne merasa biasa-biasa saja. Ia merasa tak istimewa seperti anak lainnya. Pemalaskah dirinya? Tidak. Santai? Tidak juga. Ia hanya belajar sesuai dengan kemampuan dirinya. Ia tak mau pusing-pusing. Baginya, hidup adalah sebuah perjalanan. Hidup tidak perlu dibanding-bandingkan, karena setiap pribadi berproses dengan caranya masing-masing. Daynne merupakan seorang anak di Desa Blueberry. Orang tuanya bekerja sebagai petani anggur. Setelah pulang sekolah, Daynne terbiasa membantu ayah dan ibunya. Selama bekerja, Daynne tidak banyak bicara. Ia hanya mengatakan seperlunya saja. Namun, ia memiliki hati yang tulus dan kecekatan dalam bekerja. Ketika dibantu oleh Daynne, pekerjaan di kebun anggur menjadi cepat selesai. “Daynne, apakah boleh ayah minta tolong untuk memetik anggur di bagian depan?” tanya ayahnya. Tanpa banyak berbicara, Daynne segera menuju ladang anggur bagian depan. Di sana, ia memetik anggur dengan sabar. Ia su...

Kemelut Hana

Gambar
 Sumber gambar Diedit menggunakan aplikasi Canva secara pribadi Hana berasal dari keluarga menengah ke bawah. Sejak duduk di kelas 11 SMA, ia memutuskan keluar dari sekolah karena terkendala biaya. Hana lebih memilih untuk membantu orang tuanya bekerja sebagai pemulung dan buruh cucian. Tak jarang, ia juga bekerja sebagai kuli gendong. Bagi Hana, tidak masalah untuk mengerjakan pekerjaan yang kasar, asalkan halal. Hana menyadari jika dirinya telah meneguk pahitnya kehidupan. Ia ingin sekali menggapai mimpi dan cita-citanya. Sayangnya, karena keterbatasan biaya, ia terpaksa harus mengubur dalam-dalam. Lagipula, Hana masih memiliki 2 adik yang masih kecil-kecil. Ia rela meninggalkan harapannya, demi membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam keluarga kecilnya, orang tua Hana tidak berpendidikan tinggi. Orang tuanya bernama Pak Marso dan Ibu Ranti. Mereka bertipikal temperamen, tetapi tidak bermain fisik. Sayangnya, mereka sering membuat adik Hana menangis. Sebaga...