Melirik Sampah Plastik, Jadi Hobi yang Asyik!

 

Sumber
Diedit pribadi menggunakan aplikasi Canva

Bahaya Sampah Plastik di Lingkungan

Menurut data yang disajikan di Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume sampah yang menimbun di Indonesia mencapai 19,45 juta ton pada 2022. Berdasarkan jenisnya, sebagian besar timbunan sampah pada 2022 berupa sampah sisa makanan sebanyak 41,55%. Kemudian, di urutan kedua, terdapat sampah plastik yang berada di urutan kedua dengan proporsi 18,55%. Melalui data tersebut, kita dapat mengetahui bahwa keberadaan sampah plastik dapat ditemukan di lingkungan. Bahkan, keberadaannya tidak bisa dihindari.

Sampah plastik dapat berpotensi mengancam keberlangsungan hidup di lingkungan. Sayangnya, tidak semua pihak menyadari akan adanya bahaya tersebut. Kita tahu bahwa sampah plastik tidak mudah terurai begitu saja. Bahkan, beberapa jenis sampah plastik memerlukan waktu ratusan tahun agar bisa terurai. Ironisnya, limbah itu bisa mencemari lingkungan darat, air, udara. Bisa saja, sasaran berikutnya adalah manusia. Jika sudah demikian, apakah kita hanya diam saja? Apakah perlu suatu tindakan yang nyata dan relevan dengan masalah yang ada? Jika dibiarkan, keberadaan sampah plastik bisa membahayakan. Berkaitan dengan hal tersebut, kita perlu mengetahu beberapa bahaya sampah plastik di bawah ini.

1.     1.  Polusi Udara

Menurut laman warstek.com, sampah plastik yang dibakar mengandung gas rumah kaca, zat dioksin, dan furan. Keberadaan gas rumah kaca dapat mengakibatkan terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global. Beberapa zat yang berbahaya bagi tubuh dapat menyebabkan batuk-batuk, asma, sesak nafas, dan pusing ketika manusia menghirupnya.

2.      2. Pencemaran Tanah dan Air

Sampah plastik yang terpendam di dalam tanah mengandung zat-zat berbahaya yang dapat berpotensi mengganggu kesuburan tanah. Bahkan, zat-zat itu bisa mengancam ekosistem tanah yang menyebabkan hewan-hewan dan organisme tanah menjadi mati. Akibatnya, kehidupan di tanah tidak bisa berkembang dengan baik. Tanaman tidak bisa tumbuh dengan subur. Cacing yang kotorannya bisa menggemburkan tanah tidak bisa berkembang dengan baik pula. Ancaman ini terlihat sepele, tetapi apabila terjadi menjadi persoalan yang krusial.

Begitu juga dengan air. Sampah plastik yang mencemari air memiliki zat-zat berbahaya yang dapat mengancam aktivitas organisme di air. Bahkan, zat-zat menyebabkan kandungan air menjadi kotor dan tidak layak pakai. Sampah itu akan menumpuk dan menghambat aliran air. Banyaknya sampah yang berhenti dan mampat di saluran air dapat mengakibatkan terjadinya banjir.

3.      3. Hewan-hewan Mati

Sampah plastik yang berserakan di sekitar lingkungan dapat dikonsumsi oleh hewan. Padahal, sampah plastik bukan makanan mereka. Hewan yang mengonsumsi sampah plastik berpotensi terkena penyakit dan mengalami kematian. Di dalam sampah plastik, terdapat kandungan kimia yang membahayakan kehidupan hewan.

Contohnya, di lingkungan sekitar terdapat hewan peliharaan. Si hewan ini menggigit plastik lalu mengunyahnya perlahan-lahan. Karena barang yang dikunyah adalah benda asing, maka lambung yang ada di dalam tubuhnya tidak mampu mencernanya. Akibatnya, hewan itu mengalami penyakit.

Beberapa bahaya sampah plastik di atas sudah seharusnya menjadi perhatian bersama. Jangan sampai, kita meremehkan keberadaan sampah plastik. Meskipun sampah plastik terkesan kotor, kita harus mau menanganinya. Kita perlu #BersamaBergerakBerdaya #UntukmuBumiku. Oleh karena itu, keberadaan sampah plastik menjadi tanggung jawab kita bersama.

 

Sampah Plastik Jadi Hobi yang Asyik

Setiap manusia memiliki hati dan akal budi. Namun, manusia belum tentu memiliki kepekaan dan kepedulian untuk melihat dan memperhatikan kondisi sampah plastik di lingkungan sekitarnya. Kondisi sampah plastik yang menggunung, tentu mengakibatkan sumber penyakit. Bahkan, lingkungan menjadi tidak sedap dipandang. Lingkungan menjadi tempat yang kurang nyaman untuk ditinggali. Oleh sebab itu, proses untuk menangani masalah sampah plastik memerlukan adanya kerja sama berbagai pihak.

Berkaitan dengan kondisi sampah plastik yang berserakan dan menggunung, kita perlu menghadirkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apakah solusinya? Tentu saja, kita perlu menjadikan sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna. Kita bisa memilah dan memilih sampah plastik yang akan digunakan. Selanjutnya, sampah yang telah dipilih bisa dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu. Kemudian, kita bisa menjadikan sampah plastik sebagai bahan untuk membuat sesuatu. Misalnya, kita membuat bunga plastik, pigura foto, tempat pensil, dompet, tas, sandal, tempat tisu, lukisan, dan sebagainya. Bagaimana jika kita mengalami kesulitan? Oh … Tenang saja! Kita bisa melihat tutorial pembuatan kerajinan tangan berbahan dasar sampah plastik di YouTube. Berikut salah satu tautan video cara membuat lukisan dari sampah plastik.

Gambar 1. Salah satu tutorial membuat sampah plastik menjadi lukisan wajah

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=X0Ozaif8AuU

diakses pada Selasa, 6 Juni 2023 pukul 22.54 WIB

 

Berdasarkan video di atas, kita bisa mempraktikkan cara membuat barang berbahan sampah plastik secara kreatif. Hasilnya pasti unik dan tak kalah menarik. Apabila kita menekuni cara pembuatannya, bisa menghasilkan keuntungan yang optimal. Jadi, kita perlu sabar dan tekun dalam prosesnya.

Selain ide di atas, sampah plastik juga bisa dijadikan sebagai bahan untuk membuat jurnal harian atau journaling. Bahan-bahannya bisa ditemukan di sekitar kita. Misalnya, plastik bekas kemasan kopi. Kita bisa membuatnya menjadi menarik. Kita mainkan sesuai dengan imajinasi dan hati. Kita boleh menggunting dan menempelnya secara unik dan apik. Dengan demikian, bekas kemasan plastik yang semula tidak berguna, sekarang mengandung keindahan yang memanjakan mata dan meneduhkan hati.

Gambar 2. Bahan-bahan membuat journaling dari kertas bekas dan bekas kemasan minuman sachet

Sumber: Dokumentasi pribadi

 

Gambar 3. Hasil akhir journaling

Sumber: Dokumentasi pribadi

Sampah plastik yang bisa diolah dengan baik tidak akan terbuang sia-sia. Kita perlu mengubah mindset bahwa sampah plastik yang dulunya dipandang sebagai bumerang, sekarang menjadi peluang. Sebagai manusia, kita perlu memperhatikan kondisi sampah plastik di lingkungan sekitar. Yuk, kita saling #BersamaBergerakBerdaya #UntukmuBumiku. Dengan demikian, sampah plastik bisa dimanfaatkan dengan baik dan lingkungan menjadi nyaman untuk ditempati.

“Kalau #BergerakBersamaBersaya versi kalian apa nih? Boleh dong tulis di kolom komentar ya!”

Sumber
Diedit pribadi menggunakan aplikasi Canva


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hope

Hati Nana

Ngerasa Gabut? Yuk, Baca Buku yang Ringan!