Hati Nana

 

Sumber gambar:
Diedit menggunakan aplikasi Canva secara pribadi


Suatu ketika, Ibu mengajak Nana pergi ke pasar. Di sana, Nana melihat seorang anak kecil yang membantu Ibunya berjualan ikan teri. Karena tersentuh hatinya oleh perjuangan sang anak, Nana pun meminta ibunya untuk membeli ikan tersebut.

"Bu, boleh Nana beli ikan teri itu?" tanya Nana.

Ibunya tertegun mendengar pertanyaan Nana. Tak disangka, Nana bertanya demikian. Selama ini, Nana paling tidak suka dengan ikan teri.

"Nana, mau beli ikan teri?" tanya Ibunya.

Nana mengangguk.

"Ibu nabelikan 2 plastik kecil ya. Kebetulan ini udah matang. Jadi dimakan dengan nasi hangat," kata ibu bijak.

Ibu lalu membelikan ikan teri untuk Nana. Gadis kecil itu menerima ikan teri dengan gembira. Apalagi, saat Nana melihat anak yang membantu ibunya yang menjual ikan teri, hati Nana semakin tergugah. Setelah membeli, Nana dan ibunya kembali melanjutkan perjalanan.

Di tengah perjalanan, Nana mengangkat ikan teri itu dengan gembira. Ibunya terheran-heran melihat kegembiraan putrinya.

"Ikan teri! Ikan teri! Yuk aku makan yaa ..." Nana bersenandung riang.

Meskipun demikian, ibunya merasa bahagia mendengar senandung riang putrinya. Tiba-tiba, di tengah jalan, mereka bertemu dengan seorang nenek renta yang mengangkut kayu bakar. Tak disangka, hati Nana berkaca-kaca melihat nenek tua itu.

"Bu, ikan terinya diberikan ke nenek ya," kata Nana.

Sang ibu merasa bingung melihat sikap putrinya. Padahal, putrinya tadi merasa tertarik makan ikan teri. Si Nana langsung memberikan ikan teri pada sang nenek.

"Nek, Nana berikan ikan teri ya untuk dimakan. Maaf, Nana adanya ikan kecil. Kalau besar, Nenek mungkin kenyang," kata Nana polos dengan mimik muka yang sedih.

Hati ibu Nana tersentuh melihat kebaikan hati putri kecilnya. Sementara itu, sang nenek menerima pemberian Nana dengan tersenyum.

"Terima kasih gadis manis," ucap Nenek.

Nana menjawab dengan ramah.

"Sama-sama Nek!"

Mereka lalu pulang kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, Nana langsung membersihkan dirinya dan menyiapkan piring dan sendok di atas meja makan. Ibunya kaget melihat sikap putrinya. Padahal, Nana hobi menonton film kartun setelah  pulang dari pasar.

"Sayang, kenapa kamu terlihat berbeda?" tanya ibunya heran.

"Bu, Nana sedih lihat film di TV. Ada anak SD yang membantu ibunya berjualan nasi uduk. Ia hebat Bu. Bisa belajar sambil jualan. Nana sedih ya Bu. Nana nggak bisa membantu Ibu," ujar Nana polos.

Hati ibu menjadi sedih. Ia tak menyangka, jika sang anak memiliki keluasan hati. Meski usianya masih kecil, tetapi pikirannya seperti orang dewasa. Ibu Nana lalu mengusap lembut rambut putri kecilnya.

"Nana, besok kalau besar Nana mau jadi apa?" tanya ibunya.

"Nana nggak mau jadi yang terhebat Bu. Nana mau jadi orang yang biasa-biasa aja," celotehnya.

"Kenapa Nana?" tanya sang ibu heran

"Biar Nana bisa bermanfaat Bu. Bisa menjadi diri sendiri dan membantu sesama," kata Nana.

Sang ibu tersenyum mendengar jawaban putrinya yang bijak. Ia lalu mendekap hangat Nana, putri kesayangannya.


Komentar

  1. so sweet nana yang dilembutkan hatinya... usul dilanjutin lagi ceritnya kak, hehehe

    BalasHapus
  2. Cerita yang sederhana tapi bermakna. Tak muda bikin cerita kayak gini, terutama buat cerita anak. Bahasanya pun harus paling sederhana
    Semangat kakak

    BalasHapus
  3. Wah Nana keren banget. Berbuat baik bisa dimulai dari yang kecil dan sederhana.

    BalasHapus
  4. Ya ampun Nana baik bgt sihhhh. Masih kecil tapi hatinya udah tulus. Andai orang dewasa bisa mencontoh Nana, huhu.

    BalasHapus
  5. Aaaa Nana masih kecil tapi sudah punya keinginan untuk bermanfaat bagi orang lain

    BalasHapus
  6. Semoga banyak nana2 kecil yang lembut hati dan tulus hatinya. Pertahankan itu hingga dewasa ya Na.

    BalasHapus
  7. Nyess banget sama kisahnya nana. Pesan moralnya dalem banget. Dimana orang sekarang pengennya berlomba2 jadi orang terhebat. Tapi nana beda~~

    BalasHapus
  8. Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lain... 🍁

    BalasHapus
  9. Menjadi sederhana itu hebat, Nana. Menjadi bermanfaat jauh lebih hebat lagi.

    BalasHapus
  10. Ceritanya baguus. Harus coba dikirim ke majalah anak, Kak. Pesannya sederhana dan mudah diterima anak-anak :D

    BalasHapus
  11. Nana. Karakternya sama seperti kakak tingkat saya kebetulan namanya sama. Ditambah dengan cerita yang begitu menghanyutkan

    BalasHapus
  12. Bagus banget. Moral valuenya dapat. Tulisannya juga ringan dan rapi jadi enak dibaca. Semangat terus kaak

    BalasHapus
  13. Waah Nana kecil-kecil baik banget... Nana kelas berapa ya Kak?

    BalasHapus
  14. Cerpennya bagus, ditulis dengan ringan dan mengalir sehingga enak dibaca. nilai pesannya juga ikut tersampaikan dengan baik. ditunggu cerpen-cerpen yang lainnya kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hope

Ngerasa Gabut? Yuk, Baca Buku yang Ringan!