Sedu

Sumber gambar:

Diedit secara pribadi menggunakan aplikasi Canva


November malam,

langit kelam menenun air matanya,

membasuh rindu di lekang malam

sayup-sayup sang bayu mendesah,

memburu memori menderu

berseru sendu di balik sedu,

segala tentangmu …

kemarin,

memori bersua di secangkir kopi

menikmati bait-bait puisi

tak bercumbu dengan kenangan,

terlintas hangat sejenak angan

melayang di relung hampa,

menjelma sepi disapa …

itukah kau?

cukup kalender redupkan harinya,

atau bulan lupakan pesonanya …

sebab, hati ini tak bertuan,

segala memori menguar,

mengembara,

menyusuri,

muara-muara,

air mata …

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hope

Hati Nana

Ngerasa Gabut? Yuk, Baca Buku yang Ringan!