Hope
Suatu ketika, Nancy baru saja pulang dari sekolahnya.
Gadis manis yang baru duduk di bangku kelas 4 SD itu berjalan dengan gembira.
Di sepanjang jalan, ia bersenandung riang. Ia merasa bahagia hari ini karena
tadi, nilai Matematikanya mengalami peningkatan. Itu semua berkat tekad dan
kemauannya, mau berlatih soal Matematika. Tiba-tiba, Nancy mendengar suara
tangisan kecil dari balik semak-semak di seberang jalan.
“Auuu … auuuu ….”
Nancy merasa takut ketika mendengarnya. Apalagi,
situasi jalanan saat itu lumayan sepi. Ia khawatir jika ada sesuatu yang
membahayakan dirinya. Gadis berkuncir dua di bawah ini berencana untuk segera
berlari, tetapi hati kecilnya mengatakan untuk tetap tinggal.
“Auuu … auuu …”
Suara itu semakin keras. Dengan rasa takut bercampur
penasaran, Nancy memutuskan untuk mendekati sumber suara itu. Ia menuju ke semak-semak.
DIbukanya semak-semak itu, dan Nancy terbelalak kaget! Betapa terkejutnya
dirinya, melihat seekor anjing dewasa yang menahan kesakitan. Anjing itu berbulu
putih, tapi sayangnya terlihat kotor. Mata Nancy berkaca-kaca saat melihat kaki
anjing yang terlilit tali rafia. Dengan sigap, Nancy melepaskan lilitan itu dari
kaki kecil si anjing. Ternyata, bekas lilitan itu meninggalkan luka di kaki anjing.
Untunglah, Nancy membawa sebotol obat merah kecil. Setiap hari, ia selalu meletakkannya
di dalam tas, untuk berjaga-jaga apabila ada yang terluka.
“Pantas kamu tadi nangis, Gendut. Oya, aku panggil
kamu ‘Gendut’ ya? Habis, badanmu bulat dan gemuk sekali sih,” ujar Nancy sambil
mengoleskan obat merah itu pada kaki mungil si anjing. Tampak anjing itu
menahan sakit.
“Kenapa ya? Ada manusia yang tega melukaimu? Mereka
tidak punya hati ya,” kata Nancy geram. Ia lalu mengangkat anjing itu secara
perlahan. Nancy berniat membawanya pulang dan merawatnya di rumah. Gadis kecil
itu lalu berjalan pulang menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah, tampak Ibu berdiri dengan raut
wajah penuh kekhawatiran. Nancy merasa heran dengan sikap Ibunya. Biasanya, Ibu
menyapa Nancy dengan riang.
“Kenapa Bu?” tanya Nancy.
“Anjing Bu Narto hilang Nancy. Kabarnya, kemarin
anjingnya dibawa lari oleh orang,” kata Ibu.
“Ibu khawatir, jika anjing itu dilukai,” tambahnya
sedih.
Nancy mendadak merasa sedih mendengarnya. Ia berharap
anjing milik Bu Narto, tetangganya segera ditemukan. Saat Nancy berusaha
menurunkan anjingnya, pandangan Ibu tertuju ke arah putrinya.
“Itu anjing siapa Nak?” tanya Ibu.
“Kurang tahu Bu. Tadi, Nancy menemukannya di balik
semak-semak dalam kondisi kakinya terlilit tali rafia. Nancy merasa kasihan
karena anjing ini mengaduh kesakitan. Jadi, Nancy melepaskan lilitan dan
berusaha mengobatinya,” cerita Nancy.
“Anak Ibu sungguh mulia hatinya,” puji ibu Nancy.
Pipi Nancy bersemu merah ketika mendengar suara Ibu.
Tiba-tiba, terdengar suara dari arah luar rumah.
“Snowy! Snowy!” seru suara tersebut.
Ibu Nancy lalu bergegas ke luar rumah. Ternyata,
tampak Bu Narto dan Kak Tommy, anak Bu Narto yang sedang mencari anjing
peliharaan mereka.
“Bu Narto mencari anjing Ibu ya?” tanya ibu Nancy.
“Iya … Anjing saya sejak 2 hari kemarin belum pulang
ke rumah. Itu anjing kesayangan kami. Usianya sudah 5 tahun menjaga keluarga
kami. Saya takut, Snowy kenapa-kenapa …” Raut wajah Bu Narto menjadi khawatir.
Saking khawatirnya, Bu Narto mulai menangis.
“Ibu … Snowy pasti ketemu. Lagipula, Snowy adalah
anjing yang penurut dan penyayang. Kita berdoa, semoga Snowy dilindungi oleh
Tuhan.” Kak Tommy membesarkan hati Ibunya.
Karena mendengar suara, Nancy lalu keluar sambil
membawa anjing tersebut.
“Apakah ini anjingnya Bu?” tanya Nancy.
“Guk!” Anjing itu menyalak keras seakan-akan mengatakan
‘iya’.
Mata Bu Narto terbelalak kaget saat melihat anjing
kesayangannya kini berada di hadapannya.
“Snowy!” Bu Narto lalu menerima anjing tersebut dari
Nancy. Ia lalu mendekapnya erat dan penuh kasih sayang. Kak Tommy, Nancy, dan
ibu Nancy menyaksikan pemandangan itu dengan haru.
“Akhirnya, kamu kembali Snowy. Kami sudah mencarimu
selama 2 hari. Kamu baik-baik sajakan?” tanya Bu Narto.
“Guk!” Snowy mengibaskan ekornya seakan-akan
mengatakan dirinya dalam kondisi ‘baik-baik saja’.
Nancy lalu menceritakan kejadian yang dialaminya tadi pada
mereka.
“Terima kasih Nak. Karena pertolonganmu, Snowy selamat,”
ucap Bu Narto sambil tersenyum.
“Terima kasih ya Dek. Luka Snowy juga telah kamu
obati. Kamu sungguh anak yang baik,” puji Kak Tommy tulus.
“Sama-sama Bu Narto dan Kak Tommy. Nancy bahagia jika
Snowy bisa selamat dan kembali bersama Bu Narto dan Kak Tommy,” ujar Nancy riang.
Diam-diam, ibu Nancy merasa bangga dengan putri kecilnya.
“Guk!” Snowy menyalak dengan keras seakan-akan merasa
gembira karena dirinya telah berkumpul bersama pemiliknya.
“Nancy, apakah kamu mau main bersama Snowy setiap
sorenya?” tanya Kak Tommy.
“Wahhh, mau kak!” sahut Nancy riang.
“Besok sore, temani Bu Narto jalan-jalan sama Snowy
yuk!” ajak Bu Narto.
“Boleh Bu!” Nancy menyambut senang ajakan Bu Narto.
“Guk!” Snowy menyalak dengan keras seakan-akan merasa
senang karena Nancy besok akan jalan-jalan sore bersama dirinya.
Sore itu menjadi hari yang membahagiakan bagi mereka.
*Tamat*

Wow.
BalasHapusCeritanya rapih ya.. Tp emang uda bisa ketebak akhir ceritanya gimana. Semangat terus nulisnya.
BalasHapuscerita yang berpesan tentang cinta terhadap sesama
BalasHapusbtw kenapa ketika ibu bercerita tentang anjing yang hilang, Nancy atau ibu tidak berpikir dihubungkan ke bu Narto ya? Bu narto kehilangan anjing, Nancy menemukan anjing...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama anjingnya mengingatkan aku sama anjjngnya Tintin, komik zaman dulu, hehehe. Ini cerita anak-anak ya Kak? Bagus kok, pesannya sampai ke pembaca
BalasHapustema ceritanya menarik. cuma ibunya Nancy sama bu Narto punya hubungan apa? soalnya jadi kepo ko ibunya Nancy sekuatir itu tapi masih nanya pas ketemu bu Narto.
BalasHapussemangat ya kak 🔥
Anjing emang jadi hewan peliharaan paling setia, jadi keinget cerita di majalah Bobo, pesannya selalu tersirat kayak cerita ini. 😊
BalasHapusNancy anak yang baik :) Ceritanya bagus Kak! Suka buat cerpen anak-anak ya?
BalasHapusPesannya nyampe banget supaya menyayangi makhluk hidup
BalasHapusLagi ngebayangi nancy yang mirip kayak aku waktu sd sering banget dikuncir dua... 😆
BalasHapusBaru kali ini baca cerita yang temanya berhubungan dengan kecintaan terhadap makhluk Tuhan selain manusia. Keren banget. Semangat kak
BalasHapusAku juga heran kenapa ya banyak yang suka jahat sama binatang padahal gak gangguin huhu untung ada Nancy ya yg nolongin.
BalasHapusVirtual hug for Snowy ❤️
BalasHapusAkuk pengen baca cerita Snowy lebih panjang, huhu. Menarik banget kisahnya Nancy. Banyak pesan moral yang bisa diambil
BalasHapusCerpennya bagus kak, ringan tapi cukup menghibur. Cocok juga kalau dibaca anak-anak karena ada pesan tersiratnya untuk menyayangi hewan.. Di tunggu cerpen-cerpen menarik lainnya kak..
BalasHapus