Roekmini, Inspirasi Perempuan Berkontribusi dalam Kehidupan

Roekmini. Sosok perempuan tersebut jarang dikenal oleh khalayak luas. Tidak seperti Kartini, namanya seakan redup di tengah perjalanan zaman. Namun, tulisan ini berusaha membedah sepak terjangnya, agar generasi masa kini dapat mengetahui kisah dan karyanya. Berikut selengkapnya tentang Roekmini.

Dilansir dari connect-gateway.pln.co.id, Roekmini merupakan saudara perempuan R.A. Kartini. Bersama R.A. Kartini dan R.A. Kardinah, Roekmini mendapat julukan Tiga Serangkai. Ketiga bersaudara tersebut sama-sama memperjuangkan hak-hak perempuan bumiputera di tengah adat yang membelenggu. Berbeda dengan kedua saudarinya, Roekmini merupakan sosok perempuan yang gagah atau maskulin, tetapi tetap teguh dalam berprinsip. Roekmini mendukung cita-cita Kartini secara penuh. Bahkan, setelah Kartini berpulang dalam hadirat Tuhan, Roekmini melanjutkan cita-cita dan perjuangan Kartini dalam mendobrak pintu adat.

Roekmini memiliki hobi membuat kerajinan kayu dan melukis, sehingga Roekmini membuka sekolah vokasional atau kejuruan.  Hal ini membuat Roekmini lebih cenderung ke arah praktik, daripada teori (Zahira, 2022).

Kedua saudarinya begitu aktif dalam memperjuangkan keseteraan perempuan pada masa itu. Begitu juga dengan Roekmini. Beliau sangat aktif di dalam organisasi dan komunitas yang memperjuangkan hak para perempuan. Roekmini pernah tergabung dalam organisasi pejuang hak pilih perempuan Eropa bernama Vereeniging voor Vrouwenkiesrecht (VVV) sebagai badan eksekutif sejak Juli 1927 – pertengahan 1931. Pada bulan Desember 1928, Roekmini bergabung dalam Kongres Perempuan Indonesia di Yogyakarta. Kemudian, di Kongres Perempuan Indonesia II, Roekmini dipilih menjadi perwakilan Indonesia untuk Kongres Perempuan se-Asia di Lahore, Pakistan pada bulan Januari 1931 bersama Sunaryati Sukemi (Zahira, 2022).

Melalui karya Roekmini di atas, dapat memberi pelajaran yang berharga bagi kita bahwa setiap perempuan memiliki karya dan kontribusi dalam hidup ini. Sekecil apapun karya dan kontribusi yang dihadirkan, tetaplah memiliki arti. Jadi, jangan pernah berkecil hati dengan kontribusi kita.

Sebagai perempuan, kita berhak untuk menghidupkan karya dan mimpi dalam hidup ini. Apapun bidang ilmu dan pekerjaan yang kita jalani, dapat kita implementasikan melalui hal-hal yang sederhana. Contohnya, bidang keilmuan saya adalah bahasa, sehingga saya membagikan ilmu saya secara gratis, yakni dengan membuat konten bahasa di media sosial. Dengan demikian, kita telah berkontribusi menghadirkan potensi dan karya diri sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu pernah mencoba dan menemui kegagalan. Namun, kegagalan yang dijumpai bukan berarti senantiasa menyurutkan langkah kita. Kegagalan yang kita alami secara perlahan akan memproses hati dan diri kita untuk tetap melangkah. Sama seperti Roekmini. Bersama kedua saudarinya, Roekmini berhadapan dengan adat yang begitu kuat. Namun, Roekmini memilih untuk tetap melangkah dan memperjuangkan cita-citanya.

Percayalah, sekecil apapun usaha kita, lakukanlah. Sebagai perempuan, kita berharga. Kontribusi dan karya kita, tidak diukur dari seberapa cantik dan hebat fisik kita. Namun, dari kemauan kita untuk senantiasa memperjuangkannya. Kita melangkah, semesta merestui.

Sumber:

Zahira, Nadya. 2022. Mengenal Sosok Kardinah dan Roekmini, Adik RA Kartini yang Hampir Terlupakan. Mengenal Sosok Kardinah dan Roekmini, Adik RA Kartini yang Hampir Terlupakan - (pln.co.id) diakses pada 20 Juni 2022 pukul 12.38 WIB

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hope

Hati Nana

Ngerasa Gabut? Yuk, Baca Buku yang Ringan!